Kisah Kiai Nasihin Dalam Membangun Ponpes AKN Marzuqi

Kisah Kiai Nasihin Dalam Membangun Ponpes AKN Marzuqi.

Ponpes kiai nasihin marzuqi pati

 

media-zone – Pengasuh Ponpes Nurul Furqon, Ngemplak, Pati, Jawa Tengah, KH Ahmad Thoha Ismail menceritakan soal pembangunan Yayasan Baitul Hazin di Dukuh Slempung, Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah.

Menurut dia, tempat yang semula hanya kawasan tambak dan semak belukar tersebut berubah menjadi pusat pendidikan terpadu yang sangat megah. Terlebih, Dukuh Slempung yang berada di pesisir utara Laut Jawa tersebut termasuk daerah pinggiran dan pelosok.

Kiai Toha menjelaskan, pembangunan pusat pendidikan terpadu Yayasan Baitul Hazin itu merupakan kerja keras KH Ahmad Khoirun Nasihin (AKN) Marzuqi. Dimana pada 1990, AKN pernah mengatakan mau membangun sebuah kompleks pendidikan terpadu.

Tak hanya itu, kata dia, Kiai Nasihin pada waktu itu juga berencana membuat perguruan pada usia 20 tahun. Kiai Thoha pun mengaku sempat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kiai Nasihin.

“Waktu Kiai Nasihin bilang begitu, dalam hati saya bergumam, tambak dan semak belukar begini kok mau dibangun perguruan. Setelah hati saya bergumam demikian, ternyata Kiai Nasihin tahu isi hati saya dan bilang, sudah lah pak ditunggu saja nanti,” ungkap Kiai Thoha, Selasa (19/9).

Nah, pada 2000, selang sepuluh tahun, Kiai Nasihin pun mulai merintis membangun pusat pendidikan terpadu di Dukuh Slempung dengan terlebih dahulu mendirikan pondok pesantren, kemudian disusul masjid, SMP dan SMK terpadu.

Dijelaskannya, ada tiga lokasi yang semula akan dibangun pusat pendidikan terpadu, yakni Desa Ngemplak dan Desa Gabus di Kabupaten Pati, serta di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Tapi dari istikharah yang dilakukannya, Kiai Nasihin menunjukkan, perguruan itu seharusnya dibangun di Dukuh Slempung.

Nah, pada 2004, lanjutnya, pusat pendidikan terpadu di bawah Yayasan Baitul Hazin pun dibuka. Saat itu, siswa yang belajar sebagian besar berasal dari Kecamatan Dukuhseti dan sekitarnya, sedangkan santrinya datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Melihat itu, Kiai Thoha mengaku takjub dengan apa yang diusahakan Kiai Nasihin. Godaan dan gangguan sempat menerpa selama pembangunan Ponpes dan sekolah AKN Marzuqi. Diapun membantah bahwa pembangunan sekolah itu dengan menggunakan sihir atau magic.

“Padahal, pembangunan perguruan AKN Marzuqi sudah dicita-citakan sejak 1990, direncanakan secara matang dengan kerja siang dan malam,” tutur Kiai Thoha.

Saat itu, Kiai Thoha, menjabat sebagai guru syariat sekaligus murid tarekat. Kiai Thoha menyaksikan sendiri perjuangan Kiai Nasihin sejak usia belasan tahun. Dengan karomah yang dimiliki, Kiai Nasihin mengamalkannya untuk kepentingan masyarakat luas.

Adapun Ponpes AKN Marzuqi saat ini memiliki puluhan santri, sedangkan sekolahnya memiliki lebih dari 350 siswa. Para siswa diajarkan ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan umum dengan kualitas lulusannya yang mumpuni di bidangnya.

Yayasan Baitul Hazin membawahi pondok pesantren Thoriqoh Tijaniyah, Ponpes Putra-Putri AKN Marzuqi, SMP Terpadu AKN Marzuqi dan SMK Telkom Terpadu AKN.

Pembangunan Ponpes AKN Marzuqi Oleh Kiai Nasihin Pati

Pembangunan Ponpes AKN Marzuqi Oleh Kiai Nasihin Pati.
PATI – Pembangunan Yayasan Baitul Hazin di Dukuh Slempung, Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah yang membawahi pondok pesantren Thoriqoh Tijaniyah, Ponpes Putra-Putri AKN Marzuqi, SMP Terpadu AKN Marzuqi dan SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi oleh sebagian orang terbilang cukup mengejutkan.

Pasalnya, tempat yang semula hanya kawasan tambak dan semak belukar tersebut berubah menjadi pusat pendidikan terpadu yang sangat megah. Terlebih, Dukuh Slempung yang berada di pesisir utara Laut Jawa tersebut termasuk daerah pinggiran dan pelosok.

Namun, siapa sangka bila pembangunan pusat pendidikan terpadu Yayasan Baitul Hazin itu ternyata buah dari kerja keras KH Ahmad Khoirun Nasihin (AKN) Marzuqi. Pada 1990, beliau pernah mengatakan akan membangun sebuah kompleks pendidikan terpadu.

Pengasuh Ponpes Nurul Furqon, Ngemplak, Pati, Jawa Tengah, KH Ahmad Thoha Ismail menuturkan, Kiai Nasihin berencana membuat perguruan pada usia 20 tahun. Kiai Thoha semula sempat tidak percaya dengan apa yang dikatakan Kiai Nasihin.

“Waktu Kiai Nasihin bilang begitu, dalam hati saya bergumam, tambak dan semak belukar begini kok mau dibangun perguruan. Setelah hati saya bergumam demikian, ternyata Kiai Nasihin tahu isi hati saya dan bilang, sudah lah pak ditunggu saja nanti,” ungkap Kiai Thoha.

Sepuluh tahun setelah itu, tepatnya tahun 2000, Kiai Nasihin mulai merintis membangun pusat pendidikan terpadu di Dukuh Slempung. Awalnya, beliau merintis dengan mendirikan pondok pesantren, kemudian disusul masjid, SMP dan SMK terpadu.

Ada tiga lokasi yang semula akan dibangun pusat pendidikan terpadu, yaitu Desa Ngemplak dan Desa Gabus di Kabupaten Pati, serta di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Namun, hasil istikharah yang dilakukan Kiai Nasihin menunjukkan, perguruan itu seharusnya dibangun di Dukuh Slempung.

Pada 2004, pusat pendidikan terpadu di bawah Yayasan Baitul Hazin itu mulai dibuka. Siswa yang belajar sebagian besar berasal dari Kecamatan Dukuhseti dan sekitarnya, sedangkan santrinya datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kiai Thoha mengaku takjub dengan apa yang diusahakan Kiai Nasihin. Godaan dan gangguan sempat menerpa selama pembangunan ponpes dan sekolah AKN Marzuqi.

“Ada yang bilang pembangunan itu dari sihir, ada yang bilang macam-macam. Tahunya mereka secara tiba-tiba. Padahal, pembangunan perguruan AKN Marzuqi sudah dicita-citakan sejak 1990, direncanakan secara matang dengan kerja siang dan malam,” tutur Kiai Thoha.

Sebagai guru syariat sekaligus murid tarekat, Kiai Thoha menyaksikan sendiri perjuangan Kiai Nasihin sejak usia belasan tahun. Dengan karomah yang dimiliki, Kiai Nasihin mengamalkannya untuk kepentingan masyarakat luas.

Ponpes AKN Marzuqi saat ini memiliki puluhan santri, sedangkan sekolahnya memiliki lebih dari 350 siswa. Para siswa diajarkan ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan umum dengan kualitas lulusannya yang mumpuni di bidangnya.

 

Cara Mempercepat Booting Windows 7 Oleh SMK Telkom AKN Marzuqi

Cara Mempercepat Booting Windows 7 Oleh SMK Telkom AKN Marzuqi

 

 

Cara Mempercepat Booting Windows 7 Oleh SMK Telkom AKN Marzuqi. Ada 3 yang akan kita pelajari saat ini. Meskipun banyak cara untuk mempercepatnya, hal ini dikarenakan SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi membahas yang utama dahulu.

Proses boot yang cepat memang menjadi keinginan semua orang, terlebih bagi kamu yang memang memiliki rutinitas sehari-harinya didepan komputer. Nah dibawah ini SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi akan menjelaskan bagaimana WinPoin memberikan 3 cara yang dapat kamu lakukan untuk mempercepat proses booting Windows 7.

 

Mengatur Program & Service Pada saat Startup

 


Cara pertama yang dapat dilakukan oleh SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi yakni :

  1. Dengan mengatur program-program yang berjalan otomatis pada saat komputer dinyalakan. Caranya gunakan kombinasi tombol WinKey + R untuk membuka kotak RUN, lalu ketikan “msconfig“. Setelah terbuka navigasikan ke tab Startup dan kamu akan melihat banyak Startup Item yang bisa kamu hilangkan dengan cara menghilangkan tanda centang. Dari sini WinPoin menyarankan kamu untuk hati-hati dalam memiliki startup yang ingin di disable karena jika salah bisa berakibat pada sistem ataupun driver. Jadi sebagai acuannya pastikan kamu Tidak :
  • Menghilangkan centang pada Startup yang berlabelkan Brand komputer (Seperti ASUS, Acer, HP, dsb)
  • Menghilangkan centang pada Startup yang berlabelkan Microsoft Corporation
  • Menghilangkan centang pada Startup yang berlabelkan Merek Prosessor (Seperti Intel ataupun AMD)
  • Menghilangkan centang pada Startup yang berlabelkan Driver (Seperti Synaptics Pointer, dsb)
  • Nah sisanya adalah Software. Jika kamu tidak menggunakan software tersebut maka kamu bisa mendisablenya. Setelah selesai pilih OK.

 

NB : Jika cara ini menurut kamu begitu sulit, kamu bisa meninggalkan opsi ini dan menggunakan opsi lainnya dibawah ini.

 

  1. Disable Driver yang tidak digunakan

  • Menurut kami, SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi. Bahwa Driver juga turut berkontribusi dalam membuat lamanya proses booting Windows 7. Hal ini terjadi karena pada fase ini WinLogon menginstall beberapa komponen seperti session, service dan juga driver, dan jika kamu menginstall banyak driver tentunya akan membuat proses boot sedikit lebih lama.
  • Untuk itu SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi menonaktifkan saja driver yang tidak digunakan. Caranya buka start menu lalu ketikan “Device manager“. Kemudian klik kanan driver yang ingin kamu nonaktifkan lalu pilih Disable. Setelah itu coba kamu boot ulang windows 7 kamu dan kamu akan merasakan ada sedikit perbedaan.

 

  1. Delay Service pada Saat Startup

  • Menurut kami, SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi Selain driver pada saat proses boot, system meload service yang akan berjalan otomatis pada saat startup. Hal ini tentunya juga akan membuat proses boot menjadi lebih lambat. Untuk itu menmberikan delay waktu untuk membuka service yang berjalan saat start-up bisa meningkatkan kecepatan windows pada saat booting. Caranya buka kotak RUN ketikan “services.msc“, lalu setelah terbuka pilih service yang berjalan otomatis pada saat startup. Klik 2x untuk membuka menu properties. Setelah terbuka pada bagian startup type ubah menjadi Automatic (Delayed Start). Pilih OK untuk perubahannya.

 

NB, SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi : Pastikan kamu mendelay service yang tidak ada hubungannya dengan Internal Sistem Windows ataupun Network. Cari Service yang tidak penting, seperti software pihak ketiga.

 

Nah itulah 3 Cara dari SMK Telkom Terpadu AKN Marzuqi yang dapat kamu lakukan untuk membuat Booting Windows 7 menjadi lebih cepat. Jika kamu memiliki masalah seputar Windows kamu bisa bertanya langsung di Forum WinPoin. Sampai jumla di tutorial WinPoin selanjutnya.